Air Terjun Taman Sari di Desa Bakbakan Gianyar

Halo Brosis, jumpa lagi dengan saya, baru kali ini bisa update blog tentang tempat wisata yang baru dibuka di daerah Gianyar yakni Air Terjun Taman Sari yang berlokasi di Desa Bakbakan Gianyar. Ini untuk pertama kalinya saya jalan-jalan sendirian sejak sudah menikah tiga tahun yang lalu. Sekaligus juga mengajak touring motor saya untuk pertama kalinya yakni Yamaha Byson FI.

Air Terjun Taman Sari di Desa Bakbakan Gianyar
Foto: Tripadvisor.com
Taman Sari waterfall ini sejak beberapa hari ini banyak dibicarakan oleh netizen dan banyak yang berencana untuk datang ke sana. Nah kebetulan hari ini hari jumat maka saya bisa datang ke sana. Biasanya saya jadi ojol di Denpasar, karena hari jumat saya libur karena kalau hari jumat itu order suka ngeblas, jadi saya putuskan untuk libur setiap hari jumat. Apa itu ngeblas? silakan klik saja tulisan Order suka Ngeblas itu.

Untuk mencari lokasi Taman Sari Waterfall ini sangat mudah, lokasinya sekitar lagi 5 km dari pusat kota Gianyar. Jaraknya dari Denpasar sekitar 28 km dan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 40 menit dengan sepeda motor. Jalannya tidak ada yang rusak jadi perjalanannya mulus dan lancar. Namun saat akan mencari lokasi, setelah lewat kota Gianyar, jalannya agak kecil, namun mobil bisa papasan dan jalur ini juga lumayan ramai.

Kalau tidak tahu jalannya, kamu bisa memakai bantuan navigasi Google Maps untuk sampai kesana, silakan cari saja di Google Maps Taman Sari Waterfall, maka kamu akan diarahkan dengan benar oleh Google Maps untuk bisa sampai ke Taman Sari Waterfall. Kamu bisa pilih rute lewat Bay Pass Ida Bagus Mantra atau bisa juga lewat jalur Kemenuh.

Jalur ini juga merupakan jalur yang sama untuk mencari air terjun Kanto lampo dan juga air terjun Goa Rangreng, sebelum mencapai air terjun Taman Sari maka kita melewati kedua air terjun ini. Jika belum pernah mengunjungi kedua air terjun tersebut, maka bisa langsung mengunjunginya saat ingin mengunjungi Taman Sari Waterfall.

Singkat perjalanan, akhirnya saya sudah sampai, sesudah sampai disana langsung nyari parkir, parkirnya luas di kiri jalan dekat Bale banjar, mobil dan motor tidak akan kekurangan parkir karena parkirnya benar-benar luas dan tidak kena biaya parkir.

Setelah itu langsung menuju lokasi Air Terjun Taman Sari, jalan kaki lagi kurang lebih 100 meter, jalan untuk menuju air terjun sudah bagus, sudah ada anak tangga dan juga tidak terlalu banyak anak tangga, jadi untuk menuju lokasi air terjun tidak akan menguras banyak tenaga.

Sebelum bisa masuk ke air terjun, di depan ada loket donasi, jumlah donasinya sudah di tetapkan yakni Rp 15.000 per orang. Anda akan menulis nama di buku tamu yang sudah di sediakan disana. Setelah membayar tiket masuk / donasi maka silakan lanjutkan turun untuk mencari lokasinya di bawah.

Pengunjung hari ini lumayan ramai, bukan hanya orang lokal saja yang berkunjung ke air terjun taman sari ini, bahkan banyak juga bule yang berkunjung ke lokasi air terjun taman sari ini. Sampai di bawah saya perhatikan tidak ada loker, yang ada hanya rak besar dari bambu untuk menaruh baju dan barang saat akan mandi di kolam air terjun. Begitu juga kamar gantinya masih belum permanen, hanya terbuat dari bambu dan ditutup dengan korden sebagai pintunya, namun cukup nyaman untuk ganti baju.

Setelah buka celana panjang dan baju dan menaruh barang bawaan pada rak bambu, saya pun mulai nyemplung ke kolam air terjun bagian bawah. Dalamnya kolam ini kurang lebih 1.3 meter di pinggirnya. Sedangkan ketika masuk ke tengah dekat air terjunnya, akan menjadi dangkal karena banyak batu besar disana. Airnya sejuk sehingga bisa menyejukkan badan ini yang sudah lama merindukan hujan di Denpasar.  😐

Setelah lama berendam di bawah, saya putuskan untuk naik untuk mencoba merasakan situasi di atas, jalan untuk naik, agak kecil dan memanjat, namun sudah ada tempat pegangan tangan yang kokoh yang terbuat dari besi, sehingga tidak perlu khawatir saat mau naik ke air terjun yang di atas. Namun tetap hati hati karena batunya juga agak licin, jangan sampai terpeleset.

Saya sempat ngobrol dengan salah seorang yang bertugas disana, saya lihat dia menjaga dan membersihkan kolam dari sampah daun dengan jaring yang dibawanya. Setelah dia santai dan duduk di tangga, saya samperin dia dan saya bertanya, sejak kapan air terjun di dibuka? dia menjawab "Air terjun Taman Sari ini dibuka sekitar dua bulan lalu. Dibukanya air terjun ini dengan tujuan untuk menambah kas untuk desa Adat untuk biaya karya Agung di Pura Puseh Banjar Ngenjungsari.

Disebelah kanan dari dari Air terjun ini ada juga tangga, kalau naik kita akan melihat pemandian seperti ruang ganti, namun sebenarnya itu bukan fasilitas milik air terjun Taman Sari, tempat itu merupakan pemandian umum warga kampung sebelah.

Air terjun Taman Sari ini merupakan satu-satunya air terjun bertingkat yang ada di Gianyar. Nah itulah info singkat tentang lokasi dan harga tiket masuk serta fasilitas yang ada di sana. Andai saja saya bersama istri mungkin pas pulangnya mampir di Senggol Gianyar untuk kulineran makan malam dengan berbagai menu pilihan seperti betutu, be guling dan lain-lain.

Jujur saja saya belum pernah makan di Senggol Gianyar ini, nah bagi kamu yang mampir ke Air Terjun Taman Sari, jika lapar maka bisa mampir ke senggol Gianyar yang letaknya di pusat Kota Gianyar. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Untuk mengetahui situasi di sana, silakan tonton video di bawah ini.

Made Kriana Saya hanya orang yang menyempatkan diri untuk menulis tentang apa saja ketika saya sempat menulis, untuk diri sendiri maupun informasi untuk orang lain

Belum ada Komentar untuk "Air Terjun Taman Sari di Desa Bakbakan Gianyar"

Posting Komentar

Silakan berkomentar dengan bahasa yang baik dan benar supaya mudah dimengerti oleh pembaca lainnya, Jangan ada SPAM, Link dan akan di Hapus oleh admin, terima kasih

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel