Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Awal-awal Saya Suka Bersepeda

Kapahjumah.com - Halo brosis, kali ini saya mau sedikit cerita tentang awal-awal saya suka bersepeda sekitar tahun 2007. Entah dari mana saya dapat ide untuk suka bersepeda pada waktu itu, namun sudah punya niat untuk bersepeda pada waktu itu. Mungkin karena dari kecil saya suka bersepeda maka dari itu saya masih punya bibit untuk melanjutkan hobi saya bersepeda.

Cerita Awal-awal Saya Suka Bersepeda
Awal saya suka bersepeda maka saya putuskan untuk membeli satu unit sepeda Polygon Premier 1.0 satu helm dan satu gembok yang saya beli dengan harga kurang dari 2 juta di toko Rodalink jalan Imam Bonjol yang diantar oleh teman saya dari Penatih dan sekalian juga minjem tempat disana untuk menerima sepeda ketika diantar oleh penjual.

Setelah saya punya sepeda maka saya mulai bersepeda dengan jarak yang dekat-dekat dan juga dengan pakaian ala kadarnya, tanpa sepatu alias pakai sendal jepit dan juga gak pakai helm dan kacamata karena belum punya kacamata untuk bersepeda.

Pernah suatu hari pada sore hari saya mencoba untuk gowes dari Batubulan, awalnya dengan jarak yang dekat, namun karena keasikan eh malah sampai ke Gianyar kota dengan pakaian biasa dan juga pakai sendal jepit, waktu itu saya juga ketemu teman kerja saya di Delta Dewata namanya agus di jalan Mahendradata.

Setelah itu mulai membeli perlengkapan sepeda seperti celana dan juga kaca mata, itu pun harganya tidak ada yang mahal. Sejak saat itu mulai memakai pakaian yang cocok untuk bersepeda dan juga mulai memakai sepatu saat Gowes. Nah setelah itu saya jadi sering gowes minimal seminggu dua kali.

Sempat juga gowes sendiri di pagi hari rute saya waktu itu dari Batubulan menuju ceking terasering di Tegalalang sendirian saja, sekalian juga rencananya ganti shifter Polygin saya. Pada awalnya perjalanan terasa aman damai dan tidak ada halangan dan pada akhirnya saya sampai di Tegalalang. Karena pada waktu itu belum kenal yang namanya sosial media jadi tidak ada foto yang bisa mengabadikan.

Setelah itu saya balik dan mampir di bengkel sepeda di kawasan jalan Cok Gde Rai, disana saya mampir untuk ganti shifter sepeda, supaya tampilan sepeda lebih keren. Nah setelah selesai pasang akhirnya saya melanjutkan perjalanan pulang. Namun setelah itu ada masalah yang sangat besar, tempat crank sepeda dol dan tidak bisa dikencengkan, nah saya pun panik karena perjalanan masih jauh dari rumah. Akhirnya saya pun harus naik sepeda tanpa bisa mengayuh, saya dorong pakai kaki jika jalanan datar. Dengan santai dan kecewa akhirnya saya sampai dirumah.

Setelah itu saya perbaiki sepeda itu dan saya buatkan alatnya sendiri dengan minta bantuan kepada tukang las untuk membengkokkan besi dan juga mengebor, dengan bantuan alat itu akhirnya saya bisa memakai lagi sepeda itu, namun dengan perasaan was-was, takut tempat crank itu jebol lagi. Namun rasa ketakutan saya tidak terjadi, ternyata alat yang saya buat itu bisa bertahan lama sampai sekarang.

Setelah selang waktu beberapa lama, akhirnya teman kerja saya juga suka gowes, dia membeli roadbike Polygon, dan saya juga ditawari untuk membeli sepeda balap, namun yang bekas nah itulah sepeda balap yang saya beli dulu yakni sepeda balap Golden Eagle seharga Rp 600.000 yang sampai saat ini masih saya pakai namun sudah dimodifikasi setangnya.

Nah akhirnya saya lebih sering pakai sepeda balap karena sepeda satunya meragukan, pernah saya gowes dari Batubulan ke Padangbay naik sepeda balap jadul itu berdua bersama teman saya yang punya road bike itu. Saat itu juga belum kenal media sosial sekitar tahun 2008, nah sampai di padangbay cuma beli es kelapa muda, setelah itu balik lagi. Nah saat balik ini perjalanan sangat melelahkan karena panas dan juga banyak kendaraan. Sempat istirahat beberapa kali dan juga kaki sempat keram. Namun dengan perlahan akhirnya saya sampai di Kost Batubulan.

Selain itu pernah juga gowes dari Batubulan ke Air terjun Kemenuh waktu air terjun itu belum dikelola seperti sekarang dan masih banyak rute gowes lain yang tidak saya ceritakan disini. Nah itulah beberapa cerita yang paling berkesan saat awal-awal saya suka gowes, sampai saat ini saya masih aktif gowes minimal 2 hari sekali dengan jarak yang dekat namun jalur menanjak, lumayan untuk nyicil bakar kalori. Setelah itu masih ada juga cerita perjalanan saya, seperti tulisan saya sebelumnya dengan judul Gowes ke bukit Campuhan Ubud.

Posting Komentar untuk "Cerita Awal-awal Saya Suka Bersepeda"